Menanam Labu Kuning

Perawatan mudah dan harga stabil adalah iming iming yang membuat saya ingin menanam tanaman ini

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 01 Maret 2017

Pertanian Alami

Seiring dengan kenaikan harga pupuk dan pestisida yang sangat menjerat petani dan yang tidak berbanding lurus dengan harga penjualan hasil panen (karena dipermainkan oleh tengkulak) dan kenyataan bahwa saya tidak memiliki kapital yang cukup untuk menggerakkan roda pertanian sebagai satu-satunya sumber penghidupan, saya jadi rajin jalan-jalan ke dunia maya mencari cara terbaik untuk dapat terus menggerakkan roda pertanian saya. Salah satu yang menurut saya cukup doable adalah pertanian alami yang diadaptasi dari pertanian negeri Korea. Banyak negara lain yang telah mengaplikasikan pertanian tersebut seperti Philipina, Vietnam, Thailand, dan juga Amerika Serikat (Hawaii). Pertanian alami tersebut sudah menjadi kebijakan pemerintahan mereka, entah mengapa pemerintah kita belum menerapkan sistem tersebut.   Dari beberapa literatur dalam jaringan yang saya baca, pertanian alami saya terjemahkan sebagai sistem pertanian yang memanfaatkan energi dari alam dan juga bahan yang tersedia secara alami disekitar kita untuk digunakan sebagai bahan dasar pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman, yang didasarkan atas prinsip semua mahluk hidup saling memiliki ketergantungan satu dengan yang lainnya, sehingga pada akhirnya pertanian alami ini sangat ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sangat berbanding terbalik dengan pertanian modern yang lebih mengutamakan penggunaan  bahan kimia sebagai pupuk dan pestisida yang membuat kondisi lahan pertanian menjadi rusak. Masih tetap dari literatur yang saya baca, tidak disebutkan bahwa pertanian alami ini sama dengan pertanian organik. Entah apa yang membedakannya, saya bukan ahli bahasa (saya seorang petani), padahal dari wikipedia disebutkan bahwa pertanian organik adalah sistem budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Ditilik dari definisi pertanian organik yang bersumber dari wikipedia tersebut, pengertian pertanian alami dan pertanian organik dapat dikatakan serupa tapi tidak sama, karena keduanya menggunakan apa yang disediakan oleh alam, sama sama tidak menggunakan bahan kimia, menjaga keberlangsungan lingkungan hidup serta berkelanjutan.
Dibandingkan berdebat kuda soal pertanian alami dan pertanian organik (urusannya ahli bahasa), saya lebih tertarik pada keuntungan yang ditawarkan oleh sistem pertanian alami tersebut, karena bagaimanapun juga hasil akhir yang ingin dicapai adalah produktifitas yang tinggi dengan biaya yang rendah. Disebutkan bahwa pertanian alami ini sangat mendukung kearifan lokal, sang petani mengerahkan kemampuan dan pengetahuannya untuk mengolah bahan-bahan yang tersedia di sekitarnya untuk menciptakan keseimbangan antara alam dan pertanian dimana tanaman dan hewan peliharaan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Dalam pertanian alami ditegaskan:
-          Tidak menggunakan mikroorganisme impor atau buatan, tetapi menggunakan mikroorganisme lokal (MOL).  Keuntungan yang ditawarkan adalah: aman, murah, efektif dan mudah dilakukan serta membuat tanaman tahan terhadap penyakit di segala cuaca.
-      Tidak menggunakan pupuk kimia apalagi sampai 75% tanpa memperhitungkan kebutuhan tanaman, tetapi menggunakan teori siklus kebutuhan nutrisi. Keuntungan yang ditawarkan adalah: memelihara dan dan memberi ketahanan terhadap tanaman secara alamiah.
-         Tidak atau sesedikit mungkin penggalian tanah menggunakan traktor, tetapi membiarkan bakteri, cendawan dan cacing tanah yang bekerja. Keuntungan yang ditawarkan adalah tanah yang telah mengalami perlakuan pertanian alami akan memberikan sirkulasi air dan udara yang baik sebagai tempat berkembang biaknya mikroorganisme lokal.
-          Tidak melakukan pengolahan tanah secara rutin setiap pasca panen, tetapi menjadikan  rerumputan liar sebagai mulsa alami dengan bantuan aplikasi cuka beras merah. Keuntungan yang ditawarkan adalah kelembaban tanah terjaga menjadikan habitat yang baik mikroorganisme untuk berkembang biak, mencegah terjadinya erosi dan menggunakan bahan alami untuk menekan pertumbuhan gulma.
-          Tidak memerlukan fasilitas teknologi yang mahal sebagai tempat pengolahan, tetapi cukup menggunakan mikroba. Keuntungan yang ditawarkan adalah semua limbah, baik rumah tangga maupun pertanian diolah kembali untuk dijadikan pupuk alami. Kandang ternak adalah fasilitas pengolahan limbah dan produsen pupuk.
-          Tidak berfokus pada perbanyakan jumlah mata tanam, tetapi memperhitungkan penggunaan jarak dan kapasitas tanam. Keuntungan yang ditawarkan adalah produktifitas lebih tinggi karena tersedianya sirkulasi air dan udara yang baik.
-          Tidak menggunakan pestisida kimia untuk memberantas hama, tetapi menggunakan bahan alami yang tersedia on-farm untuk mengalihkan hama dari tanaman. Keuntungan yang ditawarkan adalah terjaganya keberlangsungan hidup mahluk hidup termasuk hama itu sendiri karena perangkap pemikat dipasang menjauh dari tanaman.
Pertanian alami sangat menghargai siklus kehidupan alam siklus teori kebutuhan tanaman terhadap nutrisi. Adapun siklus kebutuhan nutrisi tersebut adalah sebagai berikut:
Fase pertumbuhan vegetatif : Waktu ketika tumbuhan mempersiapkan dan mengembangkan tubuhnya untuk menuju dewasa. Pada fase ini tumbuhan mengkonversi karbohidrat (C) menjadi nitrogen (N), yang merupakan syarat utama untuk pertumbuhan tanaman pada fase ini.
Fase perubahan: Tahap ini tanaman sedang mengalami perubahan untuk menuju fase dewasa (generatif), pada tahap ini dapat digambarkan seperti wanita hamil muda, dimana pada saat itu sang ibu ngidam dan cenderung ingin mengkonsumsi sesuatu yang bersifat asam. Pada tanaman juga berlaku siklus seperti ini dan pada keadaan ini tanaman membutuhkan asupan Fosfor (P).
Fase Generatif/reproduksi: Fase ini termasuk dari pembetukan bunga sampai dengan pematangan buah dan pada fase seperti ini tanaman mulai menyimpan karbohidrat kedalam buah atau organ penyimpanan lain. Pada tahap ini tanaman membutuhkan asupan kalsium (Ca) dan kalium (K) yang tinggi  untuk pematangan dan pembesarn buah.
Dari gambaran diatas dapat disimpulkan bahwa teknologi pertanian alami ini sangat sederhana, sangat ekonomis, sangat mudah dilakukan, dan sangat mudah ditiru, sekaligus juga sangat alami, sangat inovatif, sangat memanusiakan petani, dan sangat layak sebagai alternatif dari pertanian modern.  Pertanian alami juga sangat potensial mempertahankan harkat dan martabat petani, mempertahankan ketersediaan pangan (mendukung program pemerintah dalam hal swasembada pangan) meningkatkan  pertumbuhan ekonomi dan pemeliharaan sumber daya alam berkelanjutan. Dengan terjemahan bebas seperti ini, secara berkelanjutan saya akan mencoba meniru dan menerapkan teknologi pertanian alami ini. Sebagai bahan pembelajaran bersama, saya akan berusaha mengunggah foto dan video yang mendukung peniruan saya ini.  Trims