Sangat
sering kita mendengar atau membaca perihal mikroorganisme, yang
paling banyak adalah dalam bidang kesehatan dan kini dalam bidang
pertanian. Apakah yang dimaksud dengan mikroorganisme? Dibawah ini
artikel yang dikutip dari wikipedia.
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
"Cawan agar yang ditumbuhi mikroorganisme yang diisolasi dari perairan dalam.
Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantuan. Mikroorganisme disebut juga organisme mikroskopik. Mikroorganisme seringkali bersel tunggal (uniseluler) maupun bersel banyak (multiseluler) . Namun, beberapa protista bersel tunggal masih terlihat oleh mata telanjang dan ada beberapa spesies multisel tidak terlihat mata telanjang. Virus juga termasuk ke dalam mikroorganisme meskipun tidak bersifat seluler.
Ilmu yang mempelajari mikroorganisme disebut mikrobiologi. Orang yang bekerja di bidang ini disebut mikrobiolog.
Mikroorganisme biasanya dianggap mencakup semua prokariota, protista, dan alga renik. Fungi, terutama yang berukuran kecil dan tidak membentuk hifa, dapat pula dianggap sebagai bagiannya, meskipun banyak yang tidak menyepakatinya. Kebanyakan orang beranggapan bahwa yang dapat dianggap mikroorganisme adalah semua organisme sangat kecil yang dapat dibiakkan dalam cawan petri atau inkubator di dalam laboratorium dan mampu memperbanyak diri secara mitosis.
Mikroorganisme berbeda dengan sel makrooganisme. Sel makroorganisme tidak bisa hidup bebas di alam melainkan menjadi bagian dari struktur multiselular yang membentuk jaringan, organ, dan sistem organ. Sementara, sebagian besar mikrooganisme dapat menjalankan proses kehidupan dengan mandiri, dapat menghasilkan energi sendiri, dan bereproduksi secara independen tanpa bantuan sel lain"
![]() |
| mikroorganisme lokal |
Juga
dari mesin pencari google sangat banyak pengertian dan tata cara
pembuatan mikroorganisme. Yang ingin saya kemukakan disini adalah
mikroorganisme lokal korea yang sudah di lokal
kan karena ternyata mikroba itu ada di sekeliling kita. Mungkin
judulnya kurang cocok karena pada kenyataannya tanpa membuatpun
mikroba tersebut sudah ada. Kita hanya perlu mengambil dan
mengembangbiakkannya.
Mikroorganisme
yang saya maksud disini adalah mikroorganisme yang berada dibawah
pepohonan atau rumpun bambu yang sudah berusia puluhan atau bahkan
ratusan tahun. Dibawah pepohonan itu berkembang biak mikroorganisme
yang memproses pelapukan daun daunan menjadi tanah. Perhatikanlah di
tumpukan dedaunan dibawah pohon, akan terlihat seperti lapisan jamur
berwarna putih, itulah yang membuktikan bahwa ada kehidupan di bawah
rimbunnya pepohonan selama bertahun-tahun. Kita hanya perlu mengambil
tumpukan dedaunan dan tanah lapisan bagian atas. Kita sudah
mendapatkan mikroorganisme lokal untuk dapat dikembangbiakkan. Sudah
selesai, hanya begitu saja cara mengambil mikroorganisme.
Bagaimana
jika disekitar kita tidak ada hutan atau rumpun bambu? Kita bisa
membuat mikroorganisme sendiri secara artifisial (menyerupai habitat
aslinya) dengan cara sebagai berikut:
- Kumpulkan dedaunan dalam suatu tempat (usahakan tidak terkena sinar matahari langsung)
- Sambil menambahkan kumpulan dedaunan, setiap hari disiram dengan air.
- Dengan perlakuan ini selama 4 minggu biasanya mikroorganisme sudah bisa diambil untuk dikembangbiakkan.
Cara
lain pembuatan mikroorganisme lokal adalah dengan menggunakan media
nasi sebagai berikut:
- Siapkan wadah kotak kayu berukuran kira2 10x15cm (kalo tidak ada kotak kayu, saya pernah menggunakan misting anak saya).
- Isi wadah dengan nasi kemudian tutup dengan kain berpori dan ikat sekeliling wadah.
- Pergilah ke bawah pepohonan (hutan) atau rumpun bambu.
- Gali sedikit tanah dibawah rimbunan tersebut kurang lebih 5cm, masukkan wadah yang telah berisi nasi dan ditutup dengan kain berpori, kemudia tutup dengan dedaunan. Untuk menghindari dari gangguan binatang-binatang lain bisa di tutup lagi dengan menggunakan kawat loket atau sejenisnya.
- Setelah 3 hari periksalah wadah, akan terlihat kumpulan mikroba yang berwarna warni (putih, orange, hijau dan hitam) di permukaan nasi. Biasanya dikatakan bahwa yang berwarna hitam dikatakan patogen jahat, dan dikatakan jika warna dominan adalah hitam sebaiknya diulang dan diganti tempat pengambilannya. Tetapi sekali lagi saya adalah petani, bukan ahli patogen dan menurut saya warna itu tidak perlu di permasalahkan.
- Nasi yang sudah bercampur mikroba tersebut kemudian dituangkan kedalam wadah lain dengan campuran larutan gula merah atau molase dengan perbandingan 1:1 dan di fermentasi selama 7 hari. Setelah 7 hari dapat digunakan sebagai starter pembuatan kompos alami
- Penyimpanan diusahakan pada suhu 1 – 15 derajat (dalam kulkas). Jika tidak ada kulkas usahakan disimpan pada tempat gelap dan dingin.
Demikian
artikel tentang pembuatan mikroorganisme lokal yang saya lakukan,
saran dan kritik membangun dari sodara sodara sekalian sangat
diharapkan demi perbaikan. Kalo saran dan kritiknya tidak membangun
alias menghancurkan, saya tidak perlu! Karena jika untuk
menghancurkan saya tidak perlu di ajari. Terima kasih.














