Seiring dengan kenaikan harga
pupuk dan pestisida yang sangat menjerat petani dan yang tidak berbanding lurus
dengan harga penjualan hasil panen (karena dipermainkan oleh tengkulak) dan
kenyataan bahwa saya tidak memiliki kapital yang cukup untuk menggerakkan roda
pertanian sebagai satu-satunya sumber penghidupan, saya jadi rajin jalan-jalan ke
dunia maya mencari cara terbaik untuk dapat terus menggerakkan roda pertanian
saya. Salah satu yang menurut saya cukup doable
adalah pertanian alami yang diadaptasi dari pertanian negeri Korea. Banyak
negara lain yang telah mengaplikasikan pertanian tersebut seperti Philipina,
Vietnam, Thailand, dan juga Amerika Serikat (Hawaii). Pertanian alami tersebut
sudah menjadi kebijakan pemerintahan mereka, entah mengapa pemerintah kita
belum menerapkan sistem tersebut. Dari
beberapa literatur dalam jaringan yang saya baca, pertanian alami saya terjemahkan
sebagai sistem pertanian yang memanfaatkan energi dari alam dan juga bahan yang
tersedia secara alami disekitar kita untuk digunakan sebagai bahan dasar pemupukan
dan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman, yang didasarkan atas prinsip
semua mahluk hidup saling memiliki ketergantungan satu dengan yang lainnya, sehingga
pada akhirnya pertanian alami ini sangat ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sangat
berbanding terbalik dengan pertanian modern yang lebih mengutamakan
penggunaan bahan kimia sebagai pupuk dan
pestisida yang membuat kondisi lahan pertanian menjadi rusak. Masih tetap dari
literatur yang saya baca, tidak disebutkan bahwa pertanian alami ini sama
dengan pertanian organik. Entah apa yang membedakannya, saya bukan ahli bahasa
(saya seorang petani), padahal dari wikipedia disebutkan bahwa pertanian organik adalah sistem budidaya
pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia
sintetis. Ditilik dari definisi pertanian organik yang bersumber dari
wikipedia tersebut, pengertian pertanian alami dan pertanian organik dapat
dikatakan serupa tapi tidak sama, karena keduanya menggunakan apa yang
disediakan oleh alam, sama sama tidak menggunakan bahan kimia, menjaga
keberlangsungan lingkungan hidup serta berkelanjutan.
Dibandingkan berdebat kuda soal
pertanian alami dan pertanian organik (urusannya ahli bahasa), saya lebih
tertarik pada keuntungan yang ditawarkan oleh sistem pertanian alami tersebut, karena
bagaimanapun juga hasil akhir yang ingin dicapai adalah produktifitas yang
tinggi dengan biaya yang rendah. Disebutkan bahwa pertanian alami ini sangat
mendukung kearifan lokal, sang petani mengerahkan kemampuan dan pengetahuannya
untuk mengolah bahan-bahan yang tersedia di sekitarnya untuk menciptakan
keseimbangan antara alam dan pertanian dimana tanaman dan hewan peliharaan
dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Dalam pertanian alami ditegaskan:
-
Tidak menggunakan mikroorganisme impor atau
buatan, tetapi menggunakan mikroorganisme lokal (MOL). Keuntungan yang ditawarkan adalah: aman,
murah, efektif dan mudah dilakukan serta membuat tanaman tahan terhadap
penyakit di segala cuaca.
- Tidak menggunakan pupuk kimia apalagi sampai 75%
tanpa memperhitungkan kebutuhan tanaman, tetapi menggunakan teori siklus
kebutuhan nutrisi. Keuntungan yang ditawarkan adalah: memelihara dan dan
memberi ketahanan terhadap tanaman secara alamiah.
- Tidak atau sesedikit mungkin penggalian tanah
menggunakan traktor, tetapi membiarkan bakteri, cendawan dan cacing tanah yang
bekerja. Keuntungan yang ditawarkan adalah tanah yang telah mengalami perlakuan
pertanian alami akan memberikan sirkulasi air dan udara yang baik sebagai
tempat berkembang biaknya mikroorganisme lokal.
-
Tidak melakukan pengolahan tanah secara rutin
setiap pasca panen, tetapi menjadikan
rerumputan liar sebagai mulsa alami dengan bantuan aplikasi cuka beras
merah. Keuntungan yang ditawarkan adalah kelembaban tanah terjaga menjadikan
habitat yang baik mikroorganisme untuk berkembang biak, mencegah terjadinya
erosi dan menggunakan bahan alami untuk menekan pertumbuhan gulma.
-
Tidak memerlukan fasilitas teknologi yang mahal
sebagai tempat pengolahan, tetapi cukup menggunakan mikroba. Keuntungan yang
ditawarkan adalah semua limbah, baik rumah tangga maupun pertanian diolah
kembali untuk dijadikan pupuk alami. Kandang ternak adalah fasilitas pengolahan
limbah dan produsen pupuk.
-
Tidak berfokus pada perbanyakan jumlah mata
tanam, tetapi memperhitungkan penggunaan jarak dan kapasitas tanam. Keuntungan
yang ditawarkan adalah produktifitas lebih tinggi karena tersedianya sirkulasi
air dan udara yang baik.
-
Tidak menggunakan pestisida kimia untuk
memberantas hama, tetapi menggunakan bahan alami yang tersedia on-farm untuk
mengalihkan hama dari tanaman. Keuntungan yang ditawarkan adalah terjaganya
keberlangsungan hidup mahluk hidup termasuk hama itu sendiri karena perangkap
pemikat dipasang menjauh dari tanaman.
Pertanian alami
sangat menghargai siklus kehidupan alam siklus teori kebutuhan tanaman terhadap
nutrisi. Adapun siklus kebutuhan nutrisi tersebut adalah sebagai berikut:
Fase
pertumbuhan vegetatif : Waktu ketika tumbuhan mempersiapkan dan mengembangkan
tubuhnya untuk menuju dewasa. Pada fase ini tumbuhan mengkonversi karbohidrat
(C) menjadi nitrogen (N), yang merupakan syarat utama untuk pertumbuhan tanaman
pada fase ini.
Fase perubahan:
Tahap ini tanaman sedang mengalami perubahan untuk menuju fase dewasa
(generatif), pada tahap ini dapat digambarkan seperti wanita hamil muda, dimana
pada saat itu sang ibu ngidam dan cenderung ingin mengkonsumsi sesuatu yang
bersifat asam. Pada tanaman juga berlaku siklus seperti ini dan pada keadaan
ini tanaman membutuhkan asupan Fosfor (P).
Fase
Generatif/reproduksi: Fase ini termasuk dari pembetukan bunga sampai dengan
pematangan buah dan pada fase seperti ini tanaman mulai menyimpan karbohidrat
kedalam buah atau organ penyimpanan lain. Pada tahap ini tanaman membutuhkan
asupan kalsium (Ca) dan kalium (K) yang tinggi
untuk pematangan dan pembesarn buah.
Dari gambaran diatas dapat
disimpulkan bahwa teknologi pertanian alami ini sangat sederhana, sangat
ekonomis, sangat mudah dilakukan, dan sangat mudah ditiru, sekaligus juga
sangat alami, sangat inovatif, sangat memanusiakan petani, dan sangat layak
sebagai alternatif dari pertanian modern.
Pertanian alami juga sangat potensial mempertahankan harkat dan martabat
petani, mempertahankan ketersediaan pangan (mendukung program pemerintah dalam
hal swasembada pangan) meningkatkan
pertumbuhan ekonomi dan pemeliharaan sumber daya alam berkelanjutan.
Dengan terjemahan bebas seperti ini, secara berkelanjutan saya akan mencoba
meniru dan menerapkan teknologi pertanian alami ini. Sebagai bahan pembelajaran
bersama, saya akan berusaha mengunggah foto dan video yang mendukung peniruan
saya ini. Trims










