Menanam Labu Kuning

Perawatan mudah dan harga stabil adalah iming iming yang membuat saya ingin menanam tanaman ini

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 01 Maret 2017

Pertanian Alami

Seiring dengan kenaikan harga pupuk dan pestisida yang sangat menjerat petani dan yang tidak berbanding lurus dengan harga penjualan hasil panen (karena dipermainkan oleh tengkulak) dan kenyataan bahwa saya tidak memiliki kapital yang cukup untuk menggerakkan roda pertanian sebagai satu-satunya sumber penghidupan, saya jadi rajin jalan-jalan ke dunia maya mencari cara terbaik untuk dapat terus menggerakkan roda pertanian saya. Salah satu yang menurut saya cukup doable adalah pertanian alami yang diadaptasi dari pertanian negeri Korea. Banyak negara lain yang telah mengaplikasikan pertanian tersebut seperti Philipina, Vietnam, Thailand, dan juga Amerika Serikat (Hawaii). Pertanian alami tersebut sudah menjadi kebijakan pemerintahan mereka, entah mengapa pemerintah kita belum menerapkan sistem tersebut.   Dari beberapa literatur dalam jaringan yang saya baca, pertanian alami saya terjemahkan sebagai sistem pertanian yang memanfaatkan energi dari alam dan juga bahan yang tersedia secara alami disekitar kita untuk digunakan sebagai bahan dasar pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman, yang didasarkan atas prinsip semua mahluk hidup saling memiliki ketergantungan satu dengan yang lainnya, sehingga pada akhirnya pertanian alami ini sangat ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sangat berbanding terbalik dengan pertanian modern yang lebih mengutamakan penggunaan  bahan kimia sebagai pupuk dan pestisida yang membuat kondisi lahan pertanian menjadi rusak. Masih tetap dari literatur yang saya baca, tidak disebutkan bahwa pertanian alami ini sama dengan pertanian organik. Entah apa yang membedakannya, saya bukan ahli bahasa (saya seorang petani), padahal dari wikipedia disebutkan bahwa pertanian organik adalah sistem budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Ditilik dari definisi pertanian organik yang bersumber dari wikipedia tersebut, pengertian pertanian alami dan pertanian organik dapat dikatakan serupa tapi tidak sama, karena keduanya menggunakan apa yang disediakan oleh alam, sama sama tidak menggunakan bahan kimia, menjaga keberlangsungan lingkungan hidup serta berkelanjutan.
Dibandingkan berdebat kuda soal pertanian alami dan pertanian organik (urusannya ahli bahasa), saya lebih tertarik pada keuntungan yang ditawarkan oleh sistem pertanian alami tersebut, karena bagaimanapun juga hasil akhir yang ingin dicapai adalah produktifitas yang tinggi dengan biaya yang rendah. Disebutkan bahwa pertanian alami ini sangat mendukung kearifan lokal, sang petani mengerahkan kemampuan dan pengetahuannya untuk mengolah bahan-bahan yang tersedia di sekitarnya untuk menciptakan keseimbangan antara alam dan pertanian dimana tanaman dan hewan peliharaan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Dalam pertanian alami ditegaskan:
-          Tidak menggunakan mikroorganisme impor atau buatan, tetapi menggunakan mikroorganisme lokal (MOL).  Keuntungan yang ditawarkan adalah: aman, murah, efektif dan mudah dilakukan serta membuat tanaman tahan terhadap penyakit di segala cuaca.
-      Tidak menggunakan pupuk kimia apalagi sampai 75% tanpa memperhitungkan kebutuhan tanaman, tetapi menggunakan teori siklus kebutuhan nutrisi. Keuntungan yang ditawarkan adalah: memelihara dan dan memberi ketahanan terhadap tanaman secara alamiah.
-         Tidak atau sesedikit mungkin penggalian tanah menggunakan traktor, tetapi membiarkan bakteri, cendawan dan cacing tanah yang bekerja. Keuntungan yang ditawarkan adalah tanah yang telah mengalami perlakuan pertanian alami akan memberikan sirkulasi air dan udara yang baik sebagai tempat berkembang biaknya mikroorganisme lokal.
-          Tidak melakukan pengolahan tanah secara rutin setiap pasca panen, tetapi menjadikan  rerumputan liar sebagai mulsa alami dengan bantuan aplikasi cuka beras merah. Keuntungan yang ditawarkan adalah kelembaban tanah terjaga menjadikan habitat yang baik mikroorganisme untuk berkembang biak, mencegah terjadinya erosi dan menggunakan bahan alami untuk menekan pertumbuhan gulma.
-          Tidak memerlukan fasilitas teknologi yang mahal sebagai tempat pengolahan, tetapi cukup menggunakan mikroba. Keuntungan yang ditawarkan adalah semua limbah, baik rumah tangga maupun pertanian diolah kembali untuk dijadikan pupuk alami. Kandang ternak adalah fasilitas pengolahan limbah dan produsen pupuk.
-          Tidak berfokus pada perbanyakan jumlah mata tanam, tetapi memperhitungkan penggunaan jarak dan kapasitas tanam. Keuntungan yang ditawarkan adalah produktifitas lebih tinggi karena tersedianya sirkulasi air dan udara yang baik.
-          Tidak menggunakan pestisida kimia untuk memberantas hama, tetapi menggunakan bahan alami yang tersedia on-farm untuk mengalihkan hama dari tanaman. Keuntungan yang ditawarkan adalah terjaganya keberlangsungan hidup mahluk hidup termasuk hama itu sendiri karena perangkap pemikat dipasang menjauh dari tanaman.
Pertanian alami sangat menghargai siklus kehidupan alam siklus teori kebutuhan tanaman terhadap nutrisi. Adapun siklus kebutuhan nutrisi tersebut adalah sebagai berikut:
Fase pertumbuhan vegetatif : Waktu ketika tumbuhan mempersiapkan dan mengembangkan tubuhnya untuk menuju dewasa. Pada fase ini tumbuhan mengkonversi karbohidrat (C) menjadi nitrogen (N), yang merupakan syarat utama untuk pertumbuhan tanaman pada fase ini.
Fase perubahan: Tahap ini tanaman sedang mengalami perubahan untuk menuju fase dewasa (generatif), pada tahap ini dapat digambarkan seperti wanita hamil muda, dimana pada saat itu sang ibu ngidam dan cenderung ingin mengkonsumsi sesuatu yang bersifat asam. Pada tanaman juga berlaku siklus seperti ini dan pada keadaan ini tanaman membutuhkan asupan Fosfor (P).
Fase Generatif/reproduksi: Fase ini termasuk dari pembetukan bunga sampai dengan pematangan buah dan pada fase seperti ini tanaman mulai menyimpan karbohidrat kedalam buah atau organ penyimpanan lain. Pada tahap ini tanaman membutuhkan asupan kalsium (Ca) dan kalium (K) yang tinggi  untuk pematangan dan pembesarn buah.
Dari gambaran diatas dapat disimpulkan bahwa teknologi pertanian alami ini sangat sederhana, sangat ekonomis, sangat mudah dilakukan, dan sangat mudah ditiru, sekaligus juga sangat alami, sangat inovatif, sangat memanusiakan petani, dan sangat layak sebagai alternatif dari pertanian modern.  Pertanian alami juga sangat potensial mempertahankan harkat dan martabat petani, mempertahankan ketersediaan pangan (mendukung program pemerintah dalam hal swasembada pangan) meningkatkan  pertumbuhan ekonomi dan pemeliharaan sumber daya alam berkelanjutan. Dengan terjemahan bebas seperti ini, secara berkelanjutan saya akan mencoba meniru dan menerapkan teknologi pertanian alami ini. Sebagai bahan pembelajaran bersama, saya akan berusaha mengunggah foto dan video yang mendukung peniruan saya ini.  Trims

Sabtu, 22 Oktober 2016

Membuat mikroorganisme lokal

Sangat sering kita mendengar atau membaca perihal mikroorganisme, yang paling banyak adalah dalam bidang kesehatan dan kini dalam bidang pertanian. Apakah yang dimaksud dengan mikroorganisme? Dibawah ini artikel yang dikutip dari wikipedia.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
"Cawan agar yang ditumbuhi mikroorganisme yang diisolasi dari perairan dalam.
Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantuan. Mikroorganisme disebut juga organisme mikroskopik. Mikroorganisme seringkali bersel tunggal (uniseluler) maupun bersel banyak (multiseluler) . Namun, beberapa protista bersel tunggal masih terlihat oleh mata telanjang dan ada beberapa spesies multisel tidak terlihat mata telanjang. Virus juga termasuk ke dalam mikroorganisme meskipun tidak bersifat seluler.
Ilmu yang mempelajari mikroorganisme disebut mikrobiologi. Orang yang bekerja di bidang ini disebut mikrobiolog.
Mikroorganisme biasanya dianggap mencakup semua prokariota, protista, dan alga renik. Fungi, terutama yang berukuran kecil dan tidak membentuk hifa, dapat pula dianggap sebagai bagiannya, meskipun banyak yang tidak menyepakatinya. Kebanyakan orang beranggapan bahwa yang dapat dianggap mikroorganisme adalah semua organisme sangat kecil yang dapat dibiakkan dalam cawan petri atau inkubator di dalam laboratorium dan mampu memperbanyak diri secara mitosis.
Mikroorganisme berbeda dengan sel makrooganisme. Sel makroorganisme tidak bisa hidup bebas di alam melainkan menjadi bagian dari struktur multiselular yang membentuk jaringan, organ, dan sistem organ. Sementara, sebagian besar mikrooganisme dapat menjalankan proses kehidupan dengan mandiri, dapat menghasilkan energi sendiri, dan bereproduksi secara independen tanpa bantuan sel lain"

Mikroorganisme Lokal
mikroorganisme lokal
Juga dari mesin pencari google sangat banyak pengertian dan tata cara pembuatan mikroorganisme. Yang ingin saya kemukakan disini adalah mikroorganisme lokal korea yang sudah di lokal kan karena ternyata mikroba itu ada di sekeliling kita. Mungkin judulnya kurang cocok karena pada kenyataannya tanpa membuatpun mikroba tersebut sudah ada. Kita hanya perlu mengambil dan mengembangbiakkannya.
Mikroorganisme yang saya maksud disini adalah mikroorganisme yang berada dibawah pepohonan atau rumpun bambu yang sudah berusia puluhan atau bahkan ratusan tahun. Dibawah pepohonan itu berkembang biak mikroorganisme yang memproses pelapukan daun daunan menjadi tanah. Perhatikanlah di tumpukan dedaunan dibawah pohon, akan terlihat seperti lapisan jamur berwarna putih, itulah yang membuktikan bahwa ada kehidupan di bawah rimbunnya pepohonan selama bertahun-tahun. Kita hanya perlu mengambil tumpukan dedaunan dan tanah lapisan bagian atas. Kita sudah mendapatkan mikroorganisme lokal untuk dapat dikembangbiakkan. Sudah selesai, hanya begitu saja cara mengambil mikroorganisme.
Bagaimana jika disekitar kita tidak ada hutan atau rumpun bambu? Kita bisa membuat mikroorganisme sendiri secara artifisial (menyerupai habitat aslinya) dengan cara sebagai berikut:
  • Kumpulkan dedaunan dalam suatu tempat (usahakan tidak terkena sinar matahari langsung)
  • Sambil menambahkan kumpulan dedaunan, setiap hari disiram dengan air.
  • Dengan perlakuan ini selama 4 minggu biasanya mikroorganisme sudah bisa diambil untuk dikembangbiakkan.
Cara lain pembuatan mikroorganisme lokal adalah dengan menggunakan media nasi sebagai berikut:
  • Siapkan wadah kotak kayu berukuran kira2 10x15cm (kalo tidak ada kotak kayu, saya pernah menggunakan misting anak saya).
  • Isi wadah dengan nasi kemudian tutup dengan kain berpori dan ikat sekeliling wadah.
  • Pergilah ke bawah pepohonan (hutan) atau rumpun bambu.
  • Gali sedikit tanah dibawah rimbunan tersebut kurang lebih 5cm, masukkan wadah yang telah berisi nasi dan ditutup dengan kain berpori, kemudia tutup dengan dedaunan. Untuk menghindari dari gangguan binatang-binatang lain bisa di tutup lagi dengan menggunakan kawat loket atau sejenisnya.
  • Setelah 3 hari periksalah wadah, akan terlihat kumpulan mikroba yang berwarna warni (putih, orange, hijau dan hitam) di permukaan nasi. Biasanya dikatakan bahwa yang berwarna hitam dikatakan patogen jahat, dan dikatakan jika warna dominan adalah hitam sebaiknya diulang dan diganti tempat pengambilannya. Tetapi sekali lagi saya adalah petani, bukan ahli patogen dan menurut saya warna itu tidak perlu di permasalahkan.
  • Nasi yang sudah bercampur mikroba tersebut kemudian dituangkan kedalam wadah lain dengan campuran larutan gula merah atau molase dengan perbandingan 1:1 dan di fermentasi selama 7 hari. Setelah 7 hari dapat digunakan sebagai starter pembuatan kompos alami
  • Penyimpanan diusahakan pada suhu 1 – 15 derajat (dalam kulkas). Jika tidak ada kulkas usahakan disimpan pada tempat gelap dan dingin.
Demikian artikel tentang pembuatan mikroorganisme lokal yang saya lakukan, saran dan kritik membangun dari sodara sodara sekalian sangat diharapkan demi perbaikan. Kalo saran dan kritiknya tidak membangun alias menghancurkan, saya tidak perlu! Karena jika untuk menghancurkan saya tidak perlu di ajari. Terima kasih.

Membuat Larutan Mikroorganisme lokal (MOL)

Di mesin pencari google bertebaran informasi tentang cara pembuatan pupuk organik cair dari berbagai material dan dari berbagai macam blog, yang sebagai starter utamanya adalah mikroorganisme lokal (MOL). Sebagian blog cukup komperehensif dalam pembahasan tentang cara pembuatan dan penggunaan larutan organik cair ini tetapi yang lebih banyaknya adalah salin tempel dari blog lain sehingga sebagian besar isinya hampir sama. Mungkin orang-orang perlu memperbanyak isi sebuah blog dengan judul yang berbeda-beda, tetapi itu adalah urusan mereka yang membuatnya, keperluan saya adalah menggunakannya sebagai bahan perbandingan untuk kemudian saya aplikasikan sendiri dengan cara saya. Salah satu teknologi pembuatan larutan mikroorganisme lokal yang saya salin adalah teknologi dari pertanian alami korea (selatan)!. Ternyata korea yang secara teknologi sudah sangat jauh meninggalkan negara kita tercinta ini masih menggunakan bahan alami sebagai bahan dasar pemupukan dalam sistem pertanian organik mereka. Mungkin karena teknologi alami ini cewek korea jadi bening bening.

Salah satu cara yang sangat sederhana dan hampir tidak mengeluarkan biaya dalam pembuatan larutan mikroorganisme lokal ini adalah dengan penggunaan bahan yang tersedia di sekitar kita. Ini adalah inti dari pertanian berbiaya rendah yang diterapkan di negeri asalnya mikroorganisme lokal ini, dimana dengan penggunaan bahan yang tersedia di sekitar kita secara otomatis akan menekan pengeluaran petani dan juga mengurangi ketergantungan petani kepada pabrik. Secara kasat mata kita dapat dengan mudah melihat kenyataan hidup sebagian besar petani di Indonesia yang hidupnya termarginalkan (walaupun ada juga yg sangat kaya raya). Biasanya yang membuat seseorang menjadi petani adalah keterpaksaan, bukan sebagai cita-cita, karena memang tidak ada jaminan bahwa menjadi petani dapat dijadikan sebagai mata pencaharian. Kembali ke pembahasan awal tentang pembuatan larutan mikroorganisme lokal yang berguna sebagai penyeimbang pertumbuhan adalah sebagai berikut:
  • Siapkan wadah (bisa drum atau ember) yang bertutup atau bisa ditutup
  • Isi dengan rumput-rumput liar di sekitar areal kebun/ladang sebanyak 3/4 dari wadah
  • Tambahkan air sampai hampir penuh (tidak ada ukuran pas, 3cm dari bibir atas wadah)
  • Masukkan segenggam mikroorganisme lokal dan tutup wadah untuk mengurangi evaporasi
  • Letakkan di areal pertanaman (untuk mencegah terjadinya perubahan suhu)
  • Tunggu sampai minimal 10 hari dan siap digunakan (semakin lama semakin baik)
  • Penggunaan bisa di kocor ataupun di semprot dengan pengenceran 20 – 300 kali.

Larutan mikroorganisme
Secara kasar, kandungan N dalam rumputan liar adalah sebanyak 1,5 – 2,5% (saya tidak pernah dan tidak tahu bagaimana mengukur kadarnya karena saya adalah seorang petani, mungkin tukang laboratorium dapat menjelaskannya secara ilmiah).

Selasa, 11 Oktober 2016

Penanaman labu kuning

Lahan tempat saya menanam jambe adalah lahan bekas penanaman terong ungu yang sudah sempat terlantar kurang lebih selama 3 tahun. Pembersihan lahan dilakukan dengan cara pemotongan belukar pengganggu sampai habis. Untuk semak yang relatif pendek disemprot dengan herbisida. Setelah benar benar kering dilakukan pembakaran untuk selanjutnya dilakukan pengolahan lobang tanam. Pengolahan yang saya maksudkan disini adalah sekedar penggemburan di tiap titik lobang tanam dengan jarak tanam 4 x 4 meter. Saya membuat lobang tanam dengan ukuran kurang lebih 0,5 x 0,5 x 0,3 meter. Langkah selanjutnya yang saya lakukan adalah penaburan pupuk dasar, dalam hal ini pupuk dasar yang saya gunakan adalah kompos alami dan arang sekam masing masing sebanyak 1 kg dan didiamkan selama satu minggu. Setelah itu lobang tanam ditutup dengan tanah dari sekeliling lobang tanam dan dibentuk sedikit gundukan sebagai tempat meletakkan bibit labu. Biji labu kuning yang saya peroleh dari tetangga yang telah dikeringkan sebelumnya terlebih dahulu diberi perlakuan perendaman selama 6 jam. Selain untuk mempercepat proses perkecambahan bibit, proses ini juga untuk menyaring biji yang kualitasnya tidak bagus. Penanaman dilakukan cara membenamkan biji labu sedalam kurang lebih 3 cm sebanyak 3-6 buah per lobang tanam. Dari beberapa blog yang saya baca disarankan agar nanti setelah tumbuh dipilih 2 batang yang paling sehat dan sisanya di pencet atau dimatikan. Saya tidak memakai saran ini dan membiarkan semua bibit yang tumbuh. Saya hanya akan mematikan tanaman yang benar benar tidak normal dan pertumbuhannya berbeda jauh dengan teman-temannya.



Pada usia 10 sampai dengan 15 hari setelah tanam bibit labu sudah menunjukkan daunnya, langkah selanjutnya adalah penyiraman dan pemupukan pada awal usianya dengan menggunakan pupuk berkandungan N yang tinggi. Saya melakukan penyiraman dan pemupukan sekaligus dengan cara pengocoran menggunakan larutan alami rumahan. Walapun kadar N nya tidak setinggi pupuk urea saya percaya bahwa larutan yang saya aplikasikan dapat menggantikan atau setidaknya mengurangi penggunaan pupuk kimia. Hal ini semata mata adalah untuk memperkecil biaya produksi (namanya juga petani gurem).
Dari informasi yang saya dapatkan hasil dari googling, dikatakan bahwa tanaman jambe atau labu kuning membutuhkan asupan air yang cukup banyak yaitu minimal 1 inch per minggunya. (saya tidak tau persisnya berapa banyak 1 inch itu). Dikatakan juga bahwa labu kuning lebih suka penyiraman dengan model irigasi tetes (sedikit tp terus menerus) karena dengan sistem tetes ini air dapat meresap jauh kedalam tanah menuju perakaran. Hindari penyiraman lewat daun karena hal ini berpotensi mendatangkan bibit penyakit dari daun yang basah, kecuali dilakukan pada pagi hari yang artinya sebelum matahari tenggelam daun sudah kering kembali. Penyiraman sebaikanya dilakukan dengan cara menyiramkan air pada tanah disekeliling tanaman.

Budidaya labu kuning atau Jambe



Saya pernah membaca sebuah ungkapan dari petani Amerika dalam sebuah blog yang berbunyi “Jika ingin sukses sebagai petani, tanamlah pumpkin atau labu (kuning)”. Saya menerjemahkan ungkapan ini dalam arti yang sempit dimana dengan biji labu yang dapat diperoleh dari sisa penggunaan labu sebelumnya untuk kemudian ditanam lagi, dapat menghasilkan labu yang banyak. Perawatan yang relatif mudah membuat tanaman ini sangat berpotensi untuk dikembangkan penanamannya. Secara pribadi saya tidak (belum) pernah melihat penanaman labu kuning ini dalam skala besar. Dari semenjak kecil saya sudah mengenal buah ini (katanya labu kuning masuk dalam kategori buah) walaupun secara umum penggunaan yang paling sering saya lihat adalah sebagai sayuran. Dalam bahasa karo labu kuning disebut dengan jambe(i). Para petani di tempat tinggal saya menjadikan labu sebagai tanaman sampingan, biasanya bersamaan dengan penanaman jagung atau padi. Penanaman dilakukan hanya sekedarnya saja, mungkin karena gengsinya tidak sementereng tanaman lain yang padat modal seperti jeruk, cabai, tomat, kentang dan tanaman-tanaman mahal lainnya.

Penggunaan labu atau jambe di lingkungan tempat tinggal saya yang paling umum adalah dijadikan sebagai sayuran. Buah yang sudah tua berwarna kuning atau oranye ataupun buah yang masih muda berwarna hijau sangat umum dijadikan sayur. Demikian juga dengan pucuk muda dari tanaman ini sangat lumrah dijadikan sayuran. Orang Karo menyebut sayuran ini dengan nama taruk. Biji labu yang yang sudah dikeringkan sering juga dijadikan bahan pembuatan minuman herbal atau tawar maupun dijadikan sebagai sambel yang dalam bahasa karo disebut cina buah jambe. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa semua bagian dari tanaman ini dapat dimanfaatkan.

Dewasa ini penggunaan labu kuning di tengah masyarakat semakin beragam, baik di bidang kuliner, kesehatan dan bidang kosmetik sehingga peluang untuk mengembangkan penanaman labu ini semakin terbuka. Sebagai gambaran, dibawah ini saya pastekan kandungan gizi buah labu kuning sebagai berikut:

“Dengan berat 3-5 kg, labu kuning bisa berbentuk bulat pipih, lonjong, atau panjang, tergantung varietasnya. Buah muda berwarna hijau, sedangkan yang lebih tua berwarna kuning pucat. Warna kuning atau oranye daging buahnya pertanda kandungan karotenoidnya sangat tinggi. Karotenoid dalam buah labu sebagian besar berbentuk beta karoten. Apa saja zat gizi dalam labu:

Vitamin A dan beta karoten.
Beta karoten adalah pigmen warna kuning-oranye yang jika dicerna di dalam tubuh kita, akan berubah menjadi vitamin A. fungsi vitamin A dan beta karoten antara lain berguna bagai kesehatan mata dan kulit, kekebalan tubuh serta reproduksi. Selain itu, zat gizi ini mempunyai manfaat sebagai antiokasidan sehingga dapat mengutangi risiko terjadinya kanker dan penyakit jantung.

Vitamin C.
Salah satu jenis vitamin yang larut dalam air ini, sangat diperlukan untuk metabolisme tubuh. Vitamin C juga berperan pada fungsi kekebalan tubuh dan sebagai antioksidan.

Zat besi.
Zat gizi ini terutam diperlukan dalam pembentukan darah, khususnya hemoglobin (Hb). Makanan yang mengandung zat besi perlu, karena belak zat besi dari ibu saat bayi dilahirkan akan berangsur-angsur habis.

Kalium.
Fungsi utama kalium adalah menunjang kelancaran metabolisme tubuh. Hal ini penting dalam menjaga keseimbangan air dfan elektrolit (asam-basa) di dalam sel tubuh.

Kelebihan lain dari labu kuning adalah kandungan seratnya yang tinggi, bermanfaat mengurangi resiko sembelit. Di samping itu, kandungan lemak labu kuning juga rendah sehingga Anda taka perlu takut balita mengalami kegemukan asal dikonsumsi dalam jumlah yang wajar”.

Sementara itu, artikel dari https://id.wikipedia.org/wiki/Waluh menjelaskan sebagai berikut:

“Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Cucurbitales
Famili : Cucurbitaceae
Genus : Cucurbita L.
Spesies
C. argyrosperma
C. maxima
C. moschata
C. pepo

Waluh (Cucurbita) mencakup sekelompok tumbuhan merambat anggota suku labu-labuan (Cucurbitaceae) penghasil buah konsumsi berukuran besar bernama sama. Tumbuhan ini berasal dari benua Amerika, tetapi sekarang menyebar di banyak tempat yang memiliki iklim hangat.

Waluh mencakup beberapa spesies anggota genus Cucurbita, yaitu C. argyrosperma, C. maxima, C. moschata, dan C. pepo. Dalam beberapa pengertian setempat di Indonesia, waluh disebut sebagai "labu" saja, meskipun sebenarnya labu mencakup kelompok tanaman yang lebih luas, seperti labu air, labu ular, labu siam, dan beligo. Waluh dibedakan dari labu lainnya karena buahnya dimakan yang telah masak (biasanya berwarna jingga), berukuran relatif besar, berbentuk bulat sampai bulat telur dengan lekukan daun buah yang tampak jelas, dan berkulit keras. Pengertian waluh agak bermiripan dengan gabungan pumpkin dan beberapa squash dalam bahasa Inggris.

Buah waluh berwarna oranye karena mengandung beta-karotena (salah satu provitamin A dan juga sebagai antioksidan). Jika dipotong, buah ini mempunyai penampang yang mirip bintang, berbiji besar dan berwarna coklat atau putih. Daging buahnya renyah, rasanya manis dan sedikit asam. Daun muda waluh juga dapat dibuat sebagai sayur.

Peristilahan dan ciri khas
Waluh didatangkan ke Indonesia dari benua Amerika diperkirakan pada abad ke-19 oleh pemerintah kolonial, meskipun ada kemungkinan sebelumnya juga sudah diperkenalkan secara perorangan. Jenis yang tumbuh di Indonesia kebanyakan adalah C. moschata dan C. pepo. Jenis-jenis ini biasanya dibedakan dari buahnya.

Cucurbita pepo
Buah C. pepo biasanya relatif kecil dibandingkan dengan lainnya, dengan tangkai buah agak membesar di bagian perbatasan dengan buah, agak bersudut (berjumlah lima), dan tidak "tenggelam" ke dalam buah. Warna buahnya dapat hijau atau kuning, tidak selalu jingga. Zucchini termasuk dalam C. pepo dan baru diperkenalkan belakangan ke Indonesia, pada tahun 1980-an sebagai sayuran eksotik. Di Amerika Serikat, C. pepo dianggap sebagai pumpkin sejati dan mencakup

Cucurbita moschata
Buah C. moschata berukuran besar, keras kulitnya, cenderung berbentuk lonjong. Daging buahnya lunak dengan rasa mulai dari tawar sampai manis. Tangkai buah keras, bersudut, membesar di bagian dekat buah, dan "tenggelam" ke dalam buah. C. moschata mencakup kebanyakan waluh yang dikenal orang.

Cucurbita maxima
C. maxima mencakup banyak waluh berukuran besar sampai raksasa. Meskipun demikian, tumbuhan ini relatif kurang tahan kering dan panas dibandingkan jenis waluh lainnya. Batangnya lunak dan tangkai buahnya tidak membentuk sudut, tidak membesar di bagian dekat buah, dan sangat tenggelam.”

Menilik dari informasi diatas, kelihatannya peluang untuk mengembangkan tanaman ini walaupun dalam skala petani gurem seperti saya masih sangat terbuka, apalagi dengan iming-iming perawatan yang relatif mudah yang pada akhirnya akan berujung profit membuat saya bertekad untuk dapat mencoba menanam labu kuning. Berbekal ungkapan petani Amerika yang pernah saya baca di atas dan didukung dengan kebulatan tekad, akhirnya saya memutuskan untuk memulai budidaya labu kuning di lahan seluas kurang lebih 2000 meter.
Dapat dikatakan bahwa penanaman ini masih sama dengan yang dilakukan oleh nenek moyang saya berpuluh atau bahkan ratusan tahun yang lalu, yang membedakan hanya pada kuantitas penanaman saja. Para pendahulu saya menjadikan tanaman ini sebagai tanaman sampingan, saat ini saya menjadikan tanaman ini sebagai tanaman utama. Metode penanaman dan pengolahan lahan masih mengikuti cara tradisional yang saya dapatkan secara turun temurun, kecuali pada pemupukan yang akan sedikit lebih intensif. Pemupukan yang saya terapkan adalah kombinasi pupuk kimia dan pupuk alami. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan cara pengamatan. Penyemprotan dilakukan hanya jika serangan dirasa sudah membahayakan. Proses penanaman dan update progresnya akan di buat dalam postingan tersendiri. Trims